Pages

Showing posts with label Tewas. Show all posts
Showing posts with label Tewas. Show all posts

Dua Korban Tewas Jatuhnya Pesawat Ringan

KOMPAS.com — Sebuah pesawat ringan Yak-52 jatuh di Yegoryevsk, sekitar 50 kilometer dari ibu kota Rusia, Moskwa. Insiden pada Jumat (26/8/2011) itu sebagaimana warta Xinhua mengakibatkan sedikitnya dua korban tewas.

Pihak berwajib yang melakukan investigasi berkesimpulan kalau pesawat naas tersebut gagal terbang lebih tinggi. Pesawat itu kemudian terempas ke landasan.

Kecelakaan ini, selama Agustus, adalah kecelakaan fatal keempat yang terjadi di Rusia. Total korban tewas selama kecelakaan-kecelakaan tersebut ada sepuluh orang.
 

Bus Terjun ke Sungai di India, 15 Orang Tewas

R. Adhi Kusumaputra | Robert Adhi Ksp | Minggu, 4 September 2011 | 18:34 WIB

MUMBAI, KOMPAS.com — Sedikitnya 15 orang tewas setelah bus yang mereka tumpangi terjun ke sungai di Negara Bagian Uttarakhand di India utara, Minggu (4/9/2011).

Sementara delapan orang masih hilang dan 12 orang luka-luka dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Hingga sore tadi, bus itu belum dapat ditemukan dan usaha pencarian korban yang hilang masih terus dilakukan.

Bus naas itu sedang dalam perjalanan ke Dehradun dari Katiyal ketika terjun ke dalam sungai.

21 Orang, Termasuk Host TV, Dinyatakan Tewas

R. Adhi Kusumaputra | Robert Adhi Ksp | Minggu, 4 September 2011 | 11:07 WIB

SANTIAGO, KOMPAS.com - Semua penumpang dan awak pesawat angkatan udara Cile yang berjumlah 21 orang, dinyatakan tewas di Samudera Pasifik dalam perjalanan ke kepulauan terpencil.


Menteri Pertahanan Cile Andres Allamand kepada jurnalis hari Sabtu (3/9/2011) waktu setempat mengungkapkan, "Berdasarkan pengamatan dan penelusuran yang kami lakukan bersama komandan angkatan udara, kami telah memperoleh kesimpulan bahwa semua penumpang dan awak pesawat meninggal dunia."


Operasi pencarian besar-besaran dilakukan hari Jumat waktu setempat di perairan sekitar Pulau Robinson Cruise di gugusan Kepulauan Juan Fernandez, kira-kira 700 kilometer (435 mil) sebelah barat pantai Amerika Selatan. Tim pencari menemukan puing-puing pesawat Cile itu di laut.


Sejauh ini, baru empat jenazah yang sudah ditemukan. "Kami menemukan dua jenazah perempuan dan dua jenazah laki-laki," kata Kepala Staf Angkatan Udara Cile, Maximiliano Larraechea.


Allamand mengatakan, pesawat Casa 212 bertenaga turboprop itu berupaya mendarat di pulau utama, namun gagal.  Angin kencang diduga menjadi faktor pesawat ringannya mengalami kecelakaan. Namun belum jelas penyebab utamanya.


Pihak Angkatan Udara Cile sebelumnya menyebutkan, ketika pesawat itu semakin dekat ke pulau, komunikasi radio pesawat hilang.


Juru bicara Pemerintah Cile Andres Chadwick mengatakan, jenazah yang teridentifikasi adalah Erwin Nunez, kopral angkatan udara; Galia Diaz dari Dewan Kebudayaan Nasional Cile; Roberto Bruce, wartawan jaringan TVN; dan Silvia Slager, produser TVN.


Di antara korban yang jenazahnya belum ditemukan adalah pembawa acara televisi Cile yang sangat populer, Felipe Camiroaga. Ia termasuk rombongan kru TVN yang akan menuju kepulauan, untuk melaporkan upaya rekonstruksi pasca-gempa besar dan tsunami yang melanda Cile, Februari 2010.


Seluruh Amerika Selatan berduka dan menyampaikan penghormatan kepada para korban musibah ini.


Paus Benediktus XVI menyampaikan rasa duka yang mendalam. "Bapa Paus sangat sedih setelah mendengar berita ini," kata Uskup Agung Santiago, Mgr Ricardo Ezzati. 

15 orang tewas dalam bentrokan selama penyanderaan di Irak

Baghdad   - Sekitar 15 orang tewas Senin dalam bentrokan antara pasukan keamanan Irak dan orang-orang bersenjata serta pembom bunuh diri yang menyandera sejumlah orang selama serangan terhadap sebuah gedung pemerintah daerah dan kantor polisi di provinsi Anbar, kata beberapa pejabat dan sumber kepolisian.

Seorang gerilyawan meledakkan bomnya di luar gedung itu, yang terletak di Baghdadi, 190 kilometer sebelah barat Baghdad, sementara penyerang-penyerang lain yang menyamar dengan seragam militer menyerbu dan menyandera sejumlah orang, menahan mereka di sebuah kantor polisi, lapor Reuters.


Dalam insiden terpisah di sebuah kantor polisi berbeda di kota itu, pasukan keamanan menggagalkan serangan ketika mereka membunuh dua penyerang bom dan menahan satu penyerang.


Belum diketahui secara jelas apakah korban berasal dari serangan pertama terhadap kantor pemerintah atau pertempuran yang berlangsung ketika pasukan keamanan menguasai lagi bangunan itu.


Mohammed Fatehi, juru bicara gubernur Anbar, mengatakan, delapan orang tewas, sementara gubernur Anbar mengatakan bahwa tujuh orang tewas.


Namun, sumber-sumber kepolisian mengatakan, sedikitnya 13 orang tewas dalam serangan-serangan itu, tidak termasuk pelaku pemboman. Diperkirakan seorang kepala kepolisian termasuk diantara korban.


Serangan-serangan itu merupakan yang terakhir dari rangkaian kekerasan yang meningkat lagi di Irak dan terjadi beberapa bulan menjelang penarikan penuh pasukan AS.


Ratusan orang tewas dalam gelombang kekerasan terakhir di Irak, termasuk sejumlah besar polisi Irak.


Sebanyak 185 orang Irak tewas dalam kekerasan pada September, menurut angka resmi, sementara 239 orang tewas pada Agustus.


Pada Juli, 259 orang Irak tewas dalam serangan-serangan, angka kematian tertinggi kedua pada 2011.


Juni merupakan bulan paling mematikan sepanjang tahun ini, dimana 271 orang Irak dan 14 prajurit AS tewas dalam serangan-serangan.


Sebanyak 211 orang tewas dalam kekerasan pada April, menurut data resmi, sementara pada Mei jumlah orang Irak yang tewas dalam kekerasan mencapai 177.


Meski kekerasan tidak seperti pada 2006-2007 ketika konflik sektarian berkobar mengiringi kekerasan anti-AS, sekitar 300 orang tewas setiap bulan pada 2010, dan Juli merupakan tahun paling mematikan sejak Mei 2008.


Militer AS menyelesaikan penarikan pasukan secara besar-besaran pada akhir Agustus 2010, yang diumumkannya sebagai akhir dari misi tempur di Irak, dan setelah penarikan itu jumlah prajurit AS di Irak menjadi sekitar 50.000. Sisa pasukan AS itu akan ditarik sepenuhnya pada akhir tahun ini.


Penarikan brigade tempur terakhir AS dipuji sebagai momen simbolis bagi keberadaan kontroversial AS di Irak, lebih dari tujuh tahun setelah invasi untuk mendongkel Saddam.


Namun, pasukan AS terus melakukan operasi gabungan dengan pasukan Irak dan gerilyawan Kurdi Peshmerga di provinsi-provinsi Diyala, Nineveh dan Kirkuk dengan pengaturan keamanan bersama di luar misi reguler militer AS di Irak.


Rangkaian serangan dan pemboman sejak pasukan AS ditarik dari kota-kota di Irak pada akhir Juni 2009 telah menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan pasukan keamanan Irak untuk melindungi penduduk dari serangan-serangan gerilya seperti kelompok militan Sunni Al-Qaida.


Gerilyawan yang terkait dengan Al-Qaida kini tampaknya menantang prajurit dan polisi Irak ketika AS mengurangi jumlah pasukan menjadi 50.000 prajurit pada 1 September 2010, dari sekitar 170.000 pada puncaknya tiga tahun lalu. 

Delapan prajurit NATO, tiga warga Afghanistan tewas

Herat, Afghanistan - Dua polisi dan seorang warga sipil Afghanistan tewas dalam ledakan ranjau ketika sedang menuju tempat kerja mereka, Kamis, sehari setelah delapan prajurit NATO tewas dalam perang 10 tahun melawan Taliban.

Polisi-polisi dan warga sipil itu tewas setelah kendaraan mereka dihantam ledakan ranjau yang dikendalikan dari jarak jauh ketika sedang menuju tempat kerja mereka di bandara sipil yang melayani kota Herat, Afghanistan barat, kata sejumlah pejabat, lapor AFP.


Ledakan itu juga mencederai 10 orang -- empat polisi wanita, seorang polisi pria dan lima warga sipil, kata Mohammad Rafiq Shaheer, juru bicara rumah sakit Herat.


Rabu, tiga prajurit asing tewas dalam ledakan bom rakitan (IED) di Afghanistan timur, kata Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO, dan tiga orang lagi tewas dalam serangan IED di wilayah selatan, sementara dua orang lagi tewas dalam insiden-insiden terpisah.


Berita mengenai kematian-kematian terakhir itu tersiar sehari setelah PBB mengeluarkan data yang menyebutkan kekerasan di Afghanistan meningkat hampir 40 persen pada delapan bulan pertama tahun ini, dibanding dengan periode yang sama tahun lalu.


Namun, ISAF menolak data PBB itu dengan mengatakan, serangan-serangan turun dua persen pada delapan bulan pertama tahun ini.


Juga Rabu, delapan polisi Afghanistan tewas ketika gerilyawan Taliban yang tampaknya dibantu oleh orang dalam menyerang pos mereka di Afghanistan selatan, kata seorang pejabat.


Daud Ahmadi, juru bicara pemerintah daerah provinsi Helmand, menuduh kelompok militan itu melakukan pembunuhan tersebut namun mengatakan, mereka memperoleh bantuan dari sedikitnya satu polisi yang bersekongkol dalam serangan itu.


Konflik meningkat di Afghanistan dengan jumlah kematian sipil dan militer mencapai tingkat tertinggi tahun lalu ketika kekerasan yang dikobarkan Taliban meluas dari wilayah tradisional di selatan dan timur ke daerah-daerah barat dan utara yang dulu stabil.


Sebanyak 711 prajurit asing tewas dalam perang di Afghanistan sepanjang tahun lalu, yang menjadikan 2010 sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan asing, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas situs independen icasualties.org.


Jumlah kematian sipil juga meningkat, dan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengumumkan bahwa 2.043 warga sipil tewas pada 2010 akibat serangan Taliban dan operasi militer yang ditujukan pada gerilyawan.


Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.


Sekitar 130.000 personel Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO yang berasal dari puluhan negara berada di Afghanistan untuk membantu pemerintah kabul memerangi pemberontakan Taliban dan sekutunya.


Sekitar 521 prajurit asing tewas sepanjang 2009, yang menjadikan tahun itu sebagai tahun mematikan bagi pasukan internasional sejak invasi pimpinan AS pada 2001 dan membuat dukungan publik Barat terhadap perang itu merosot.


Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.


Bom rakitan yang dikenal sebagai IED (peledak improvisasi) mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer

Dua orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di Irak

Kirkuk, Irak - Seorang penyerang bunuh diri meledakkan truk berisi bom di luar sebuah bank di kota Kirkuk, Irak utara, Kamis, menewaskan sedikitnya dua orang, dalam serangan yang dituduhkan pada Al-Qaida.

Pelaku meledakkan bom ketika polisi sedang mengantre di bank itu untuk mengambil gaji mereka pada hari kerja terakhir bulan ini, kata polisi, lapor AFP.


Seorang wanita dan seorang pria tewas, kata Mayor Polisi Salam Hama Zangana dan seorang perwira lain. Kedua polisi itu memberikan jumlah korban cedera yang berbeda, 73 dan 58.


Sebagian besar dari mereka yang terluka adalah polisi, namun pegawai bank dan warga sipil juga cedera.


"Al-Qaida berusaha mengirim pesan bahwa mereka berada di sana," kata kepala kepolisian Kirkuk Mayjen Jamal Taher Bakr. "Mereka berusaha mengobarkan sektarianisme di kalangan penduduk Kirkuk."


Seorang wartawan AFP di lokasi kejadian mengatakan, ledakan itu menimbulkan kerusakan besar pada bank tersebut dan bangunan-bangunan sekitarnya. Sejumlah kendaraan polisi terbakar, dan akses menuju bank itu ditutup.


Ketua parlemen Osama al-Nujaifi mengatakan, pasukan keamanan provinsi bertanggung jawab atas "pelanggaran keamanan berbahaya" dan mendesak penyelidikan penuh atas serangan itu.


Serangan itu merupakan yang terakhir dari rangkaian kekerasan yang meningkat lagi di Irak dan terjadi beberapa bulan menjelang penarikan penuh pasukan AS.


Ratusan orang tewas dalam gelombang kekerasan terakhir di Irak, termasuk sejumlah besar polisi Irak.


Sebanyak 239 orang tewas dalam kekerasan di Irak pada Agustus, menurut angka resmi, sementara 259 orang Irak tewas dalam serangan-serangan pada Juli, angka kematian tertinggi kedua pada 2011.


Juni merupakan bulan paling mematikan sepanjang tahun ini, dimana 271 orang Irak dan 14 prajurit AS tewas dalam serangan-serangan.


Sebanyak 211 orang tewas dalam kekerasan pada April, menurut data resmi, sementara pada Mei jumlah orang Irak yang tewas dalam kekerasan mencapai 177.


Meski kekerasan tidak seperti pada 2006-2007 ketika konflik sektarian berkobar mengiringi kekerasan anti-AS, sekitar 300 orang tewas setiap bulan pada 2010, dan Juli merupakan tahun paling mematikan sejak Mei 2008.


Militer AS menyelesaikan penarikan pasukan secara besar-besaran pada akhir Agustus 2010, yang diumumkannya sebagai akhir dari misi tempur di Irak, dan setelah penarikan itu jumlah prajurit AS di Irak menjadi sekitar 50.000. Sisa pasukan AS itu akan ditarik sepenuhnya pada akhir tahun ini.


Penarikan brigade tempur terakhir AS dipuji sebagai momen simbolis bagi keberadaan kontroversial AS di Irak, lebih dari tujuh tahun setelah invasi untuk mendongkel Saddam.


Namun, pasukan AS terus melakukan operasi gabungan dengan pasukan Irak dan gerilyawan Kurdi Peshmerga di provinsi-provinsi Diyala, Nineveh dan Kirkuk dengan pengaturan keamanan bersama di luar misi reguler militer AS di Irak.


Rangkaian serangan dan pemboman sejak pasukan AS ditarik dari kota-kota di Irak pada akhir Juni 2009 telah menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan pasukan keamanan Irak untuk melindungi penduduk dari serangan-serangan gerilya seperti kelompok militan Sunni Al-Qaida.


Gerilyawan yang terkait dengan Al-Qaida kini tampaknya menantang prajurit dan polisi Irak ketika AS mengurangi jumlah pasukan menjadi 50.000 prajurit pada 1 September 2010, dari sekitar 170.000 pada puncaknya tiga tahun lalu.

Topan Talas di Jepang, 17 Tewas, 54 Hilang


TOKYO,  - Topan Talas meninggalkan jejak hujan deras dan tanah longsor hari Minggu (4/9/2011) ini. Sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas dan 54 orang lainnya hilang.
Kantor berita Jepang Kyodo hari Minggu siang melaporkan, perintah evakuasi terhadap 460.000 orang yang tinggal di barat dan tengah Jepang sudah dikeluarkan.
Rekaman TV NHK menunjukkan sebuah jembatan tersapu luapan sungai setelah hujan deras turun tanpa henti. Tampak juga warga memegang payung, melintasi air setinggi lutut di jalan-jalan di kota dan di kawasan permukiman.
Topan itu bergerak ke utara melintasi Laut Jepang dengan kecepatan lebih lambat dari 20 kilometer per jam. Badan Meteorologi Jepang menyebutkan, topan itu melintasi Pulau Shikoku di Jepang selatan dan pulau utama Honshu di Jepang tengah sepanjang Minggu.
Karena kecepatan badai yang lambat, Badan Meteorologi Jepang memperingatkan hujan deras dan angin kencang akan terus berlanjut dan mengakibatkan banjir dan tanah longsor.
NHK menyebutkan, tiga rumah terkubur tanah longsor di Prefektur Wakayama, lima orang masih belum ditemukan, dan seorang gadis berusia 14 tahun berhasil selamat di reruntuhan puing.
Di antara korban yang tewas adalah seorang perempuan berusia 30-an tahun. Jenazahnya ditemukan di sebuah sungai di Prefektur Ehime di Shikoku, kata polisi.
Sedangkan seorang lelaki berusia 73 tahun di Prefektur Nara, ditemukan meninggal dunia setelah rumahnya hancur terkena tanah longsor.

Enam tewas dalam bakutembak di Kashmir India

Srinagar, Kashmir India  - Tiga personel pasukan keamanan India dan tiga gerilyawan telah tewas dalam bakutembak di sebuah distrik Kashmir India, yang berbatasan dengan wilayah negara bagian yang terbagi itu yang diperintah oleh Pakistan, kata polisi.

"Pertempuran itu meletus pada Senin dan berlanjut Selasa," kata seorang pejabat polisi India yang tidak ingin diungkapkan jati dirinya, lapor AFP.


"Sejauh ini tiga gerilyawan, dua polisi dan satu perwira militer telah tewas," kata pejabat tersebut, yang menambahkan bakutembak itu meletus di distrik Kupwara di Kashmir utara ketika polisi dan militer menyerang sebuah tempat persembunyian gerilyawan.


Kupwara berbatasan dengan Kashmir yang diperintah Pakistan.


Wilayah Himalaya itu dibagi antara India dan Pakistan yang bersenjata nuklir, tapi diklaim oleh kedua negara itu.


Perselisihan itu telah memicu dua dari tiga perang yang dilakukan oleh dua tetangga tersebut sejak merdeka dari pemerintah kolonial Inggris pada 1947.


Menurut hitungan resmi, 47.000 orang telah tewas di Kashmir dalam lebih dari dua dasawarsa perlawanan gerilyawan terhadap pemerintah New Delhi.

Sedikitnya enam tewas dalam kekerasan di Afrika Tengah

Bangui (ANTARA News) - Satu serangan pemberontak terhadap sebuah kelompok bersaingan dan warga sipil di Republik Afrika Tengah telah menewaskan sedikitnya enam orang, kata seorang perwira militer kepada AFP, Minggu.

Pemberontak Konvensi Patriot untuk Keadilan dan Perdamaian (CPJP) menembakkan rudal terhadap satu kendaraan yang membawa mantan pemberontak dari Uni Pasukan Demokratik untuk Persatuan (UFDR) dan warga sipil, kata pejabat itu di Bria, pusat pertambangan berlian negara.


Republik Afrika Tengah baru-baru ini telah diguncang oleh wabah pertempuran antara kelompok bersenjata bersaingan yang berlomba-lomba untuk menguasai tambang berlian.


"Satu kendaraan dari Ouadda membawa mantan pemberontak dari Uni Demokratis Pasukan untuk Persatuan (UFDR) dan warga sipil, termasuk seorang pejabat Ouadda, diserang dengan rudal pada Sabtu sekitar 30 kilometer (20 mil) dari kota Bria setelah pertempuran terakhir," kata pejabat itu.


Setidaknya enam orang tewas termasuk pejabat Ouadda dan beberapa lainnya terluka.


Para pejabat mengatakan, mayat korban berada dalam "kondisi yang sangat buruk dan telah dimakamkan di satu desa dekat Bria ".


Korban terluka dibawa ke Bria oleh sekelompok anggota UFDR.


Serangan itu adalah yang pertama sejak akhir bentrokan antara kelompok-kelompok yang bermusuhan di negara itu pada 18 September, yang menewaskan 43 orang dalam sepekan, demikian AFP melaporkan.

Kasino Diserang, 20 Orang Tewas

MONTERREY, KOMPAS.com - Sedikitnya 20 orang tewas dan delapan orang lain terluka dalam sebuah serangan di sebuah kasino di kota Monterrey, Meksiko utara.

BBC, Jumat (26/8/2011), melaporkan, orang--orang bersenjata masuk ke gedung kasino itu, lalu membakarnya. Tidak begitu jelas apakah kebakaran itu disebabkan oleh granat atau aksi pembakaran. Para petugas pemadam kebakaran berdatangan dan harus membebaskan puluhan orang yang terjebak asap dan api.

Monterrey telah mengalami lonjakan kekerasan terkait persaingan geng narkotika. Kota industri yang makmur itu tengah diperebutkan dua kartel narkotika yang bersaing, Los Zetas dan Teluk.

Para pejabat setempat mengatakan, sejuah ini mereka baru bisa mengidentifikasi 11 korban, tiga di antaranya perempuan dan delapan laki-laki.

Tewas di Somalia, Jurnalis Malaysia "Pahlawan Nasional"

Pascal S. Bin Saju | Robert Adhi Ksp | Minggu, 4 September 2011 | 14:41 WIB
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Malaysia berduka atas tewasnya Noramfaizul Mohamad Nor (39), juru kamera televisi untuk kantor berita nasional Bernama.
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Minggu (4/9), memimpin massa perkabungan pada pemakaman dan menyatakan Nor sebagai "pahlawan nasional" setelah ditembak mati di Mogadishu, ibu kota Somalia di Tanduk Afrika.            
Jenazah Nor, Minggu, tiba di rumah setelah diterbangkan oleh pesawat militer Malaysia dari Mogadishu, ibu kota negara paling bergolak di Tanduk Afrika itu. Somalia juga terkenal sebagai basis para bajak laut, dan juga basis Al Shabab, sayap Al Qaeda paling kuat di wilayah Afrika timur. Negara ini pun kini sedang dirundung kelaparan hebat.            
Najib mempersingkat kunjungannya ke Australia, agar bisa hadir di pangkalan udara militer di Subang, pinggiran kota Kuala Lumpur untuk menyambut jenazah Nor. Najib ditemani para menteri senior, anggota keluarga sang juru kamera, keluarga wartawan Malaysia, serta keluarga para pejabat negara.
"Saya menganggap Nor sebagai 'pahlawan nasional' yang baik. Dia menginspirasi kita untuk terus membantu mereka yang kurang beruntung," kata Najib pada upacara pemakaman yang diadakan pangkalan udara itu.
Nor tewas dan seorang juru kamera dari jaringan berita swasta TV-3 terluka akibat terkenal peluru tajam, Jumat lalu di Mogadishu. Saat mereka sedang merekam gambar suasana perang antara pasukan Uni Afrika dan milisi lokal di Mogadishu.