Pages

Showing posts with label keadilan. Show all posts
Showing posts with label keadilan. Show all posts

Antasari terus berjuang dapatkan keadilan

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antazari Azhar yang dijatuhi hukuman penjara 18 tahun dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen meyatakan akan terus berjuang untuk memperoleh keadilan.

"Sampai kapan pun keadilan akan kami perjuangkan," kata Antasari sesampainya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, untuk menghadiri sidang Peninjauan Kembali (PK) kasus pembunuhan tersebut.


Sidang PK ini akan menampilkan tiga bukti baru yang belum disampaikan di sidang tingkat pertama, banding, dan kasasi, sementara memori PK mencapai 200 halaman .


Salah satu bukti yang diminta untuk dipertimbangkan oleh hakim adalah pesan singkat benada mengancam dari Antasari kepada korban.


"Buka, itu "hp," kata Antasari, yang terlambat 15 menit dari jadwal kehadiran pada pukul 09.00 WIB ketika menunjuk novum atau bukti baru yang akan disampaikannya.


Sementara tim ahli dari ITB yang didatangkan Komisi Yudisial (KY) untuk menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik hakim, menyatakan pesan singkat tersebut berasal dari webserver yang sulit diidentifikasi pengirimnya.


Kuasa hukum pemohon PK juga mengatakan, bukti baru yang akan disampaikan berupa perbedaan temuan tim ahli balistik dan forensik tentang peluru yang digunakan untuk membunuh Nasrudin.


Tim ahli forensik menemukan bahwa peluru yang berada di tubuh korban berukuran sembilan milimeter sedangkan tim balistik menyatakan senjata yang digunakan tidak mungkin menembakkan peluru berkaliber sembilan mm.


"Saya percaya pada pengadilan," kata Antasari

JK : rasa keadilan belum terpenuhi

Padang (ANTARA News)- Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengemukakan penegakan hukum di Tanah Air selama era reformasi belum mampu melahirkan rasa keadilan bagi masyarakat.
"Penegakan hukum sudah berjalan bahkan belum penah terjadi sebelumnya penjara yang ada di seluruh Indonesia melampaui kapasitas, namun rakyat masih berteriak seolah dinegeri ini tidak ada penegakan hukum karena rasa keadilan belum terpenuhi," katanya di Padang, Selasa.
Pernyataan itu dikemukakan Kalla dalam orasi ilmiah dengan tema Penegakan Hukum Indonesia Selama Era Reformasi pada rapat senat Fakutas Hukum Universitas Andalas memperingati 60 tahun fakultas tersebut di Auditorium Universitas Andalas Limau Manis Padang, Sumatera Barat.
Menurut dia, bila kita bicara tentang keadilan maka yang dimaksud adalah masalah `fairness`.
"Masalah fair ini yang dirasakan oleh rakyat tidak fair seperti ada orang yang kasusnya diproses dan ada juga yang tidak," lanjut dia.