Pages

Showing posts with label Yunani. Show all posts
Showing posts with label Yunani. Show all posts

Yunani Akan Jual Kilang Minyaknya

ATHENA, KOMPAS.com- Pemerintah Yunani segera menjual kepemilikan sahamnya di kilang minyak terbesar di negeri itu, Hellenic Petroleum, dalam waktu dekat ini, atau lebih cepat dibandingkan rencana sebelumnya. Penjualan ini merupakan bagian dari pertukaran kebijakan dengan langkah penalangan yang dilakukan Dana Moneter Internasional atau IMF dan Uni Eropa senilai 110 miliar euro untuk menekan dampak krisis keuangan di kawasan itu.

"Rencana kami untuk Hellenic Petroleum adalah menjual kepemilikan saham pada triwulan pertama 2012 atau lebih cepat lagi," ujar Menteri Lingkungan Yunani George Papaconstantinou kepada surat kabar Yunani di Athena, Sabtu (3/9/2011), seperti dilaporkan kantor Berita Reuters.

Yunani menargetkan pendapatan 50 miliar euro dari hasil privatisasi hingga tahun 2015. Salah satu sumber pendapatan itu adalah privatisasi atas 35,5 persen saham di Hellenic Petroleum.

Hellenic Petroleum beroperasi sebagai kilang minyak di Yunani dan kawasan Macedonia. Nilai kapitalisasi pasar Hellenic Petroleum adalah 1,8 miliar euro.

Selain menjual Hellenic Petroleum, program privatisasi lain yang sudah masuk ke daftar pemerintah Yunani adalah penjualan 55 persen saham pada perusahaan gas alam DEPA.

Selain itu, penjualasan saham di operator penambang gas alam sebanyak 31 persen DESFA. Keduanya diharapkan akan terjual pada triwulan IV 2011. 

Analis: sentimen Yunani masih akan pengaruhi IHSG

Jakarta  - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu ini diprediksi akan mengalami tekanan dan cenderung melemah dengan kisaran "support-resistance" di level 3.218-3.320.

Analis Sinarmas sekuritas Jansen Kustianto mengatakan di Jakarta, Rabu, secara teknikal indeks cenderung akan melanjutkan pelemahannya.


"Pasar masih akan mendapat sentimen dari perkembangan krisis utang Eropa terutama Yunani," ungkapnya.


Sementara itu, Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) Purwoko Sartono mengatakan IHSG pada Rabu ini diproyeksikan akan menguji "support" 3.217, sementara "resistance" berada di level 3.310.


"Kami melihat pasar masih akan bergerak fluktuatif, meski tekanan jual akan sedikit mereda," ulasnya.


Selain itu, lanjutnya, kekhawatiran gagal bayar utang Yunani juga masih menjadi pemicu terhadap pelemahan indeks dan menutup berita positif dari data inflasi September serta beberapa data ekonomi Amerika Serikat yang di atas ekspektasi.


Untuk saham-saham yang layak dikoleksi pada perdagangan Rabu ini antara lain PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Charoen Pokphan Indonesia Tbk (CPIN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Astra International Tbk (ASII).


Pada penutupan perdagangan Selasa (4/10), IHSG ditutup melemah 79,257 poin (2,37%) ke level 3.269,451. Sementara Indeks LQ45 ditutup tergerus 14,761 poin (2,53%) ke level 569,457


Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 134.904 kali pada volume 4,496 miliar lembar saham, dengan sebanyak 42 saham naik, 205 saham turun, dan 54 saham tidak bergerak (stagnan).

Di Yunani, merokok mungkin bagus buat negara

Athena - Antara kesehatan publik dan keuangan publik, pemerintah Yunani Jumat mencoba untuk memecah perbedaan itu, mengijinkan merokok di sejumlah klub malam dan kasino sebagai gantinya membayar pajak khusus.

Undang undang yang dikeluarkan tahun lalu telah melarang merokok di klub malam dan kasino -- sebuah langkah untuk menekan kebiasaan merokok di sebuah negara yang memegang rekor perokok Eropa, lapor AFP.


Dalam kenyataannya, namun, larangan itu dilanggar dalam kesehariannya di kafe dan restoran Yunani.


Pada Jumat kementerian kesehatan dan keuangan mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa klub malam dan kasion yang luasnya lebih dari 300 meter persegi dapat menyisihkan "setengah ruangannya" bagi para perokok, jika mereka membayar pajak 200 euro (270 dolar) per meter persegi setiap tahun.


Pembayaran pertama harus dilakukan sebelum 30 November, dalam rangka pemasukan kas publik sebelum menyelesaikan anggaran 2011, ketika Yunani yang terperosok utang menghadapi audit Eropa untuk mengamankan pembayaran bailout EU-IMF berikutnya yang dibutuhkan guna menghindari gagal bayar utang .