Pages

Uni Afrika Belum Mau Akui Pemberontak Libya

ADDIS ABABA,  - Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma mengatakan, Uni Afrika belum akan mengakui pihak pemberontak di Libya sebagai pemerintah baru yang sah di Libya. Keputusan itu diambil dalam pertemuan Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia, Jumat (26/8/2011).

Menurut Zuma, pihak Uni Afrika (UA) tak bisa mengakui pihak Dewan Transisi Nasional (NTC), yang mewakili pemberontak anti-rezim Moammar Khadafy, sebagai satu-satunya pemerintah sah di Libya selama pertempuran masih berlangsung.

"Kalau masih ada pertempuran, ya berarti masih ada pertempuran. Jadi kami tak bisa kemudian menentukan ini (pemerintah) yang sah sekarang. Prosesnya sangat cair," kata Zuma, setelah pertemuan Dewan Perdamaian dan Keamanan Darurat UA tersebut.

Pada hari yang sama, NTC telah mendeklarasikan perpindahan kegiatan mereka dari Benghazi ke Tripoli, setelah ibu kota Libya itu jatuh ke tangan pasukan pemberontak awal pekan ini.

Lebih dari 40 negara di dunia, termasuk 20 negara di Afrika, telah mengakui NTC sebagai pemerintah yang sah di Libya, menggantikan rezim Khadafy, yang telah berkuasa sejak 1969.

Uni Afrika beranggotakan 54 negara di benua Afrika, dan Khadafy, sebagai salah satu pendirinya, memiliki pengaruh besar dalam organisasi tersebut. Peliculas Online

0 comments:

Post a Comment