Pages

Showing posts with label Gaddafi. Show all posts
Showing posts with label Gaddafi. Show all posts

NATO serang desa kelahiran Gaddafi

Pejuang anti-Gaddafi menembakkan meriam dalam pertempuran melawan pasukan loyalis Gaddafi di Sirte, Senin (26/9). Hingga pejuang anti Gaadafi memasuki Sirte dan mengusai sebagiannya, keberadaan Muammar Gaddafi masih dipertanyakan. (FOTO ANTARA/REUTERS/Goran Tomasevic/djo/11)

Sirte, Libya  - Asap terlihat membubung  dari sebuah desa di Sirte, Minggu,  tempat Muamar Gaddafi dilahirkan. Asap itu muncul saat pemberontak mengatakan serangan udara NATO telah menghantam tempat itu.

Masoud Jema al-Amari, seorang pemberontak dari kota Benghazi di Libya timur, mengatakan ada bentrokan di desa Abu Hadi, tempat Gaddafi menurut laporan lahir di sebuah tenda Badui pada 1942.


"Ada beberapa tentara Gaddafi yang masih di sana. NATO telah minta kami untuk mundur," supaya mereka dapat melancarkan serangan udara di kota itu, di pinggiran selatan kota Sirte dekat Bandara setempat, katanya.


Imam Mahmoud Hammoud al-Kaleni, yang terlihat meninggalkan desa itu dengan keluarganya, mengatakan para pejuang dari rezim baru Libya telah minta mereka untuk  bergegas meninggalkan tempat tersebut.


"Pejuang itu mengawal kami keluar. Mereka datang ke rumah kami dan mengatakan dalam waktu satu jam kami harus keluar dan dalam jangka waktu itu keadaan masih aman," katanya.

NTC: Mutassim Gaddafi bersembunyi di rumah sakit Sirte

Aljir - Mustassim, putra Muammar Gaddafi, bersembunyi di sebuah rumah sakit di kota asal ayahnya, Sirte, kata seorang juru bicara pemerintah sementara Libya NTC di sebuah saluran televisi, Senin.

"Revolusioner kami (di Sirte) memerangi mereka yang menjadi kaki-tangan penguasa kejam dalam kejahatan terhadap rakyat Libya," kata Ahmed Bani kepada TV Libya yang bermarkas di Doha, lapor Reuters.


"Mereka adalah sekelompok pembunuh dan prajurit bayaran yang dipimpin Mutassim Gaddafi yang kini berada di Rumah Sakit Ibn Sina di Sirte untuk menghindari serangan, menurut informasi yang baru diterima," katanya.


Pasukan yang setia pada pemerintah sementara Libya NTC berperang dalam upaya menguasai lagi Sirte dari para pendukung Gaddafi.


Pada akhir September, Mussa Ibrahim, juru bicara Muammar Gaddafi, dikabarkan ditangkap di luar kota asal orang kuat Libya itu.


Ibrahim menjadi juru bicara rejim Gaddafi sampai gerilyawan NTC menguasai Tripoli pada 23 Agustus.


Meski melarikan diri dari Tripoli bersama penguasa yang terguling itu, Ibrahim terus mengeluarkan pernyataan-pernyataan melalui televisi Arrai yang berkantor di Suriah dari sebuah tempat yang dirahasiakan.


Keberadaan Gaddafi hingga kini tidak diketahui secara jelas. Dari tempat persembunyiannya, ia berulang kali melontarkan janji-janji untuk melanjutkan perang, ketika semakin banyak negara mengakui Dewan Transisi Nasional (NTC) sebagai pemerintah yang berkuasa di Libya.


Dewan itu kini sedang dalam proses memindahkan pemerintah mereka ke Tripoli dari markas sebelumnya di Benghazi, setelah mencapai kemenangan-kemenangan atas pasukan Gaddafi.


NTC, yang mengatur permasalahan kawasan timur yang dikuasai pemberontak, sejauh ini melobi keras untuk pengakuan diplomatik dan perolehan dana untuk mempertahankan perjuangan berbulan-bulan dengan tujuan mendongkel pemimpin Libya Muammar Gaddafi.


Negara-negara besar yang dipelopori AS, Prancis dan Inggris membantu mengucilkan Gaddafi dan memutuskan pendanaan dan pemasokan senjata bagi pemerintahnya, sambil mendukung dewan pemberontak dengan tawaran-tawaran bantuan.


Kelompok pemberontak Libya kini telah memasuki Tripoli dan rejim Gaddafi telah dianggap jatuh oleh banyak kalangan.


Negara-negara yang telah mengakui NTC sebagai perwakilan sah rakyat Libya antara lain China, Rusia, Mesir, Chad, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Gambia, Italia, Yordania, Malta, Qatar, Senegal, Spanyol dan AS.


Gaddafi (68) adalah pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa. Gaddafi bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak.